Headline News:
Ragam Obyek Wisata dan Event Wisata:

DESA WISATA BANJAROYA KALIBAWANG

Desa Wisata BanjaroyaDesa Wisata Banjaroya pada tahun 2013 berhasil meraih Juara Harapan I Lomba Desa Wisata Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Daerah Istimiwa Yogyakarta. Desa Wisata Banjaroya atau Dewa Bara  merupakan sebuah desa wisata yang terletak di Jalan Raya Sentolo - Muntilan, Kecamatan Kalibawang, kabupaten Kulon Progo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Embung Desa Banjaroya

Desa Banjaroya ini memiliki beberapa obyek wisata menarik andalan yang sudah cukup dikenal seperti: Gua Maria Lourdes Sendangsono, Ancol Kalibawang, Agro Durian ( Festival Durian Menoreh ), Makam Kyai Krapyak Tsani, Sendang Welas Asih, Embung, dan Kampung Banjaran dengan mengandalkan kesenian tradisional seperti kethoprak, jathilan, angguk.  Tidak ketinggalan pula makanan khas kuliner lokal Desa Wisata Banjaroya seperti selondok, gula merah serta berbagai aktivitas/kegiatan masyarakat lokal sebagai daya tariknya.

Disamping itu Anda yang mempunyai hoby berpetualang dapat menikmati Sungai Progo  kegiatan rafting atau arung jeram maupun melakukan kegiatan tracking motor trail di sepanjang jalan desa yang masih alami dan sejuk. 

Obyek wisata menarik lainnya yang berdekatan dengan lokasi Desa Wisata Banjaroya yaitu obyek wisata religi Makan Nyi Ageng Serang, selain itu Anda dapat melanjutkan perjalanan ke tempat wisata terkenal Candi Borobudur yang lokasinya dapat ditempuh lebih kurang 30 menit dari lokasi ini.

MAKAM ASTANA GIRIGONDO MAKAM RAJA PAKU ALAMAN

Makam Astanan Girigondo merupakan tempat peristirahatan terakhir atau makam Raja-raja Paku Alaman maupun kerabat Pakualaman yang lokasinya terletak di kawasan perbukitan Menoreh tepatnya di Dusun Girigonda, Kelurahan Kaligintung, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi wisata religi  Makam Astana Girigondo ini dapat ditempuh dengan jarak kurang lebih 10 km dari kota Wates kearah barat.

Makam Astanan Girigondo

Makam Astana Girigondo ini terdiri dari 6 teras, dimana setiap terasnya dihubungkan dengan tangga atau trap. Teras yang pertama merupakan teras tertinggi dengan dikelilingi tembok serta pagar besi setinggi kurang lebih 2,40 meter dengan gapura dan pintu gerbang  terbuat dari besi. Area teras yang satu dengan ukuran kurang lebih 3,2 x 2,155 meter. Di tempat ini dimakamkan keluarga Pakualaman yakni isteri, anak dan menantu, dan sudah terdapat 32 makam. Pada teras ke-2 terletak disebelah selatan teras 1, dihubungkan dengan trap dan telah berisi 8 buah makam, berikutnya teras ke-3 sudah terdapat 2 makam, teras ke-4 sudah terdapat 3 buah makam yang merupakan kerabat jauh Pakualaman, teras 5 masih kosong, serta teras ke-6 terbagi menjadi 2 bagian yakni sebelah barat sudah ada 2 makam dan sebelah timur sudah ada 7 makam.

Makam Astana Girigondo ini pertama kali dipergunakan untuk pemakaman KGPAA Paku Alam V pada thun 1900, hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti yang menuliskan hal tersebut pada gapura makam, teras 1.

Anda penasaran dengan obyek wisata Makam Astana Girigondo ini, silahkan Anda sempatkan berkunjung kesana saat berlibur di Kulon Progo.

FESTIVAL DURIAN MENOREH KALIBAWANG KULON PROGO YOGYAKARTA

Festival Durian Menoreh Kalibawang Kulon Progo Yogyakarta - Festival Durian Menoreh merupakan sebuah acara yang bertujuan sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan hasil Durian Menoreh unggulan khas Kalibawang Kulon Progo serta untuk mengontrol kualitas agar sebanding dengan harga durian Kalibawang yang lebih tinggi karena rasanya khas dan banyak digemari oleh penggemar durian dari berbagai daerah.   

Kegiatan Festival Durian Menoreh ini merupakan event tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan brand Desa Wisata Banjaroya Kalibawang sebagai sentra durian terbaik. Dalam Festival durian tahun 2014 kemarin, acara dikemas dalam berbagai kegiatan, antara lain kontes durian versi penggila durian, bazar durian, adu foto gila durian serta lelang durian.

 

Dalam Festival Durian Menoreh tersebut tidak hanya durian saja yang dapat dijumpai melainkan juga Buah Naga, Manggis, Rambutan, Pete, Gula Jawa sampai makanan slondok sebagai makanan khas tradisonal  andalan daerah Kalibawang, Kulon Progo.
Acara Festival Durian Menoreh tersebut dilaksanakan bertempat di Rest Area Pasar Bendo, Banjaroya, Kalibawang Kulon Progo dimana lokasinya masih dalam wilayah Desa Wisata Banjaroya, Obyek Wisata Religi Gua Maria Lourdes Sendangsono serta Obyek Wisata Ancol Kalibawang.

Berbagai jenis durian yang ditawarkan dalam Festival Durian Menoreh tersebut cukup beragam yang berasal dari para petani durian di wilayah Kalibawang. Harga jual buah durian mulai dari harga Rp. 20.000-an hingga Rp. 100.000-an untuk varian durian lokal serta harga antara Rp. 50.000-an sampai dengan 150.000-an untuk varietas Durian Menoreh kuning ataupun Durian Menoreh jambon.

Dengan adanya kegiatan Festival Durian Menoreh tersebut diharapkan Durian Menoreh Kalibawang Kulon Progo akan lebih dikenal secara luas serta para konsumen akan merasa puas terhadap buah Durian Menoreh Kalibawang.  Bagi para penggila durian yang belum sempat datang dalam acara tersebut harap bersabar dan kita tunggu Festival Durian Menoreh di tahun berikutnya.

DAFTAR OBYEK WISATA PANTAI DI KULON PROGO YOGYAKARTA



Daftar Objek Wisata Pantai Di Kulon Progo Yogyakarta - Wilayah Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi wisata yang beraneka ragam, mulai dari Wisata alam, wisata budaya, wisata religi, desa wisata, kuliner, dan sebagainya. 

Berikut ini beberapa obyek wisata pantai yang cukup dikenal, yaitu sebagai berikut:

-Pantai Glagah Indah
Pantai Glagah merupakan pantai dengan hamparan pasir yang luas dan semakin indah ketika sunrise ataupun sunset. Terddapat kawasan gumuk pasir dengan rumput grinting dan laguna glagah untuk berperahu wisata, olah raga kano, kayak atau berenang. Selain itu juga ada agrowisata buah naga, melon, semangka dan cabai yang di kelola oleh masyarakat.

Obyek Wisata Pantai Glagah Indah terletak lebih kurang 40 km dari kota Yogyakarta. Pantai ini dapat dicapai dengan kendaraan pribadi atau dengan kendaraan umum bus atau minibus jurusan Yogyakarta-Purworejo hingga di persimpangan jalan menuju Pantai Glagah Indah
Kawasan glagah tuna dipakai untuk event rutin motocross, festival layang-layang di bulan juli, dan pesta kembang api tahun baru. Pantai glagah menjadi muara sungai serang yang sekaligus pintu masuk kepelabuhan ikan tanjung adi karta. Sisi barat sungai serang menjadi camping ground dan dermaga wisata. Pantai glagah kira-kira 10 Km dari kota Wates dan kurang lebih2 Km dari jalan raya jogja -jakarta.

-Pantai Trisik
Pantai Trisik ini terletak lebih kurang 37 kilometer dari kota Yogyakarta dan dapat dicapai melalui Palbapang. Dari simpang Palbapang ini kemudian membelok ke arah Srandakan, kemudian dilanjutkan ke daerah Brosot dengan melintasi jembatan yang melintang di atas sungai Progo sepanjang lebih kurang 600 meter.  Pantai Terisik menjadi tempat para nelayan mendaratkan perahudan Tempat Penjualan Ikan untuk jual beli ikan segar dari laut. 



Terdapat laguna-laguna yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk perikanan. Muara sungai Progo yang terletak di sebelah timur kawasan Pantai trisik sering menjadi tempat pengamatan burung dan lokasi penangkaran habitat penyu yang di kelola swadaya masyarakat.

-Pantai Congot
Pantai Congot membentang luas sepanjang 6,5 Km, terletak di Jangkaran, Temon di sebelah banal Pantai Galagah atau 15 Km dari Wates.
Pantai Congot berada di muara Sungai Bogowonto dengan pemandangan laguna yang indah dan terdapat banyak ikan. Kawasan pantai ini sangat cocok untuk kegiatan memancing serta menjadi pusat kegiatan warga sekitar yang menggantungkan hidup mereka sebagai nelayan.  



Disamping itu, potensi  hasil laut di Pantai Congot dimanfaatkan penduduk sekitar untuk membudidayakan ikan dan udang di tambak.

-Pantai Bugel 
Pantai bugel merupakan deretan pantai di sebelah selatan Pulau Jawa,  terjangan ombak di pantai ini terkenal cukup dahsyat.  
 Walaupun demikian di Pantai Bogel  ini dijadikan tempat para nelayan untuk mencari nafkah, di Pantai Bogel ini pula terdapat semacam tempat pelelangan ikan yang tidak begitu besar.

Itulah  Daftar Objek Wisata Pantai Di Kulon Progo Yogyakarta yang dapat Anda jadikan sebgai tujuan liburan di wilayah Kulon Progo, semoga bermanfaat...

FESTIVAL KESENIAN TRADISIONAL (FKT) OMK RAYON KULON PROGO

Festival Kesenian Tradisional  (FKT) OMK Rayon Kulon Progo - Kegiatan Festival Kesenian Tradisional OMK Rayon Kulon Progo merupakan wadah dan ajang kreativitas kaum muda (OMK) melalui kegiatan pentas seni sebagai wujud persatuan dan membangun tradisi lewat seni budaya. Kegiatan FKT OMK Rayon Kulon Progo tersebut diselenggarakan setiap tahun dengan mengusung tema yang berbeda-beda dan dimulai dari tahun 2009 sampai 2013 kemarin berlangsung lancar dan meriah.


Kegiatan Festival Kesenian Tradisional
OMK Rayon Kulon Progo diprakarsai dan diselenggarakan oleh OMK Rayon Kulon Progo dilaksanakan setiap tahunnya pada bulan Juni - Juli dengan lokasi yang berbeda. Berbagai kreativitas kesenian tradisional yang ditampilkan dalam acara FKT seperti angguk, jathilan, sendratari, reog, karawitan, sholawatan dan sebagainya. Selain dari OMK Rayon Kulon Progo sendiri, acara tersebut juga didukung dari berbagai pihak seperti OMK di luar Kabupaten Kulon Progo antara lain OMK Sleman, FKKMK Kedu Jawa Tengah ( Magelang, Temanggung ),
Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya Yogyakarta serta dari berbagai  pihak yang peduli dengan kegiatan tersebut.


Sasaran kegiatan FKT ini adalah OMK, akan tetapi dalam pelaksanaannya selalu melibatkan banyak pihak di luar OMK, anak-anak, orang tua, saudara yang berbeda keyakinan. Keterlibatan tersebut diwujudkan dalam bermacam-macam bentuk sehingga menumbuhkan kerukunan, rasa kedekatan dan keakraban lintas agama. Mereka dipertemukan dalam wadah kesenian dan menjadikan kesenian tersebut sebagai roh persaudaraan di antara mereka. Hal ini yang diharapkan kembali menyuburkan budaya guyub rukun, budaya kebersamaan, budaya kerja keras untuk merealisasikan tujuan bersama. 



Perencanaan kegiatan Festival Kesenian Tradisional OMK Rayon Kulon Progo ini juga dilatarbelakangi oleh banyaknya seni tradisi yang dimiliki Kulon Progo yang berakar dari budaya lokal. Dengan mencoba mengangkat dan memfasilitasi orang muda dalam berkesenian tradisional, secara tidak langsung akan mengenalkan orang muda dengan hal-hal baik yang ada dalam seni tradisi, dan karena itu sekarang dianggap kuno, menjadi terpinggirkan oleh arus besar modernitas dan globalisasi dengan budaya instan dan individualismenya. Pelaksanaan festival ini sekaligus sebagai upaya alternatif pengembangan dan pelestarian seni budaya tradisional melalui talenta-talenta kreatif kaum muda.

Sudah selayaknya kita beri apresiasi dan dukungan atas kegiatan yang diprakarsai oleh generasi muda ini, Festival Kesenian Tradisional (FKT) OMK Rayon Kulon Progo dan sejenisnya akan semakin meramaikan agenda dan kegiatan pariwisata di Kabupaten Kulon Progo khususnya dan kita tunggu pelaksanaan FKT OMK Kulon Progo di tahun-tahun berikutnya.
FKT OMK Rayon Kulon Progo 2014
 10 Agustus 2014 Lapangan Pengasih
Pukul: 09.00 - 18.00 WIB
 

Ref: Blog: fktomkkp.blogdetik.com, FB: Festival Kesenian Tadisional OMK Rayon Kulon Progo 2014

PANTAI BUGEL

 

Pantai Bugel

Pantai Bugel - Satu lagi objek wisata alam pantai di Kabupaten Kulon Progo yang tidak boleh Anda lewatkan saat Anda berkunjung ataupun berlibur di Kulon Progo, yaitu Pantai Bugel, lokasinya berada diantara Pantai Trisik dan Pantai Glagah Indah.
 
Pantai bugel merupakan deretan pantai di sebelah selatan Pulau Jawa,  terjangan ombak di pantai ini terkenal cukup dahsyat.  Walaupun demikian di Pantai Bogel  ini dijadikan tempat para nelayan untuk mencari nafkah, di Pantai Bogel ini pula terdapat semacam tempat pelelangan ikan yang tidak begitu besar.

GOA KISKENDO

Goa Kiskendo

Goa Kiskendo ini terletak di desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo, kurang lebih 38 kilometer ke arah barat kota Yogyakarta atau sekitar 21 kilometer dari kota Wates.  

Goa Kiskendo merupakan goa alam yang berada di kawasan Perbukitan Menoreh yang dapat Anda telusuri dengan mudah sejauh 600 meter dari mulut goa. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, konon goa Kiskendo ini dilatar belakangi legenda pertempuran Mahesosuro-Lembusuro melawan Sugriwo-Subali, yang secara lengkap digambarkan dalam bentuk relief di dindng samping mulut goa. 

Di dalam Goa Kiskendo terdapat beberapa tempat yang dikenal cukup sakral dan biasa digunakan untuk kegiatan ritual, antara lain Pertapaan Kusuma, Pertapaan Ledhek, dan Pertapaan Santri Tani. 

Bagi Anda para caver dapat menyelusuri lebih jauh di goa Sumitro yang terletak hanya beberapa meter di bawah goa Kiskendo. Untuk menikmati keindahan goa ini, Anda tidak perlu kesulitan untuk mencari lokasinya karena Goa Kiskendo termasuk goa yang memang sudah dijadikan tempat wisata yang terkelola, dan dilengkapi dengan petunjuk arah untuk mencapai lokasinya.

Lokasi Goa Kiskendo tersebut tidak terlalu jauh dengan lokasi objek wisata religi umat Nasrani  Goa Maria Lawangsih yang  dapat dijangkau lebih kurang 1 jam perjalanan.

PANTAI CONGOT

 Pantai Congot

Objek Wisata Pantai Congot terletak di sebelah barat Pantai Glagah Indah, tepatnya di desa Jangkaran Kecamatan Temon, lebih kurang berjarak 15 Km dari kota Wates Ibu Kota Kulon Progo. Kawasan Pantai Congot membentang sepanjang lebih kurang 4,5 Km dengan pemandangan alam yang indah. Lokasi Pantai Congot sangat mudah dijangkau karena hanya berjarak lebih kurang sekitar 2 Km dari jalur lintas selatan Pulau Jawa. 

Pantai Congot berada di muara Sungai Bogowonto dengan pemandangan laguna yang indah dan terdapat banyak ikan. Kawasan pantai ini sangat cocok untuk kegiatan memancing serta menjadi pusat kegiatan warga sekitar yang menggantungkan hidup mereka sebagai nelayan. Disamping itu, potensi  hasil laut di Pantai Congot dimanfaatkan penduduk sekitar untuk membudidayakan ikan dan udang di tambak. 

Panorama matahari terbenam di atas laguna yang menakjubkan membuat Anda enggan untuk beranjak meninggalkan tempat ini. Sepanjang perjalanan Anda dari Wates sampai dengan Pantai Congot, Anda akan menyaksikan hamparan persawahan, deretan pohon kelapa, serta aktivitas warga desa di Kulon Progo yang umumnya menjadi petani.
 
Supported by - MENOREH.NET - Media Partner
Copyright © 2014. WISATA KULON PROGO YOGYAKARTA - All Rights Reserved